Posts Tagged With: Critical Discourse Analysis

Analisis Wacana vs Analisis Wacana Kritis Plus Teun A. van Dijk (Discourse Analysis vs Critical Discourse Analysis with Teun A. Van Dijk model)


Discourse Analysis vs Critical Discourse Analysis with Teun A. Van Dijk model

 

Istilah analisis wacana adalah istilah umum yang dipakai dalam banyak disiplin ilmu dan dengan berbagai pengertian. Meskipun ada gradasi yang besardari berbagai definisi, titik singgungnya adalah analisis wacanaa berhubungan dengan studi mengenai bahasa/pemakaian bahasa. Bagaimana bahasa dipandang dalam analisis wacana? Disini ada beberapa perbedaan pandangan. Mohammad A. S. Hikam dalam suatu tulisannya telah membahas dengan baik perbedaan paradigma analisis wacanaa dalam melihat bahasa ini yang akan diringkas sebagai berikut.

Paling tidak ada tiga pandangan mengeneai bahasa dalam analisis wacanaa. Pandangan pertama diwakili oleh kaum Continue reading

Advertisements
Categories: Wawasan | Tags: , , , , , , | 6 Comments

Sekilas tentang Teun A. van Dijk dengan Analisis Wacana Kritis


Sekilas tentang Teun A. van Dijk dengan Analisis Wacana Kritis

 

Teun Adrianus van Dijk lahir tanggal 7 Mei 1943 di Naaldwijk, Belanda. Dia adalah seorang sarjana di bidang linguistik teks, analisis wacana dan Analisis Wacana Kritis. Dengan Walter Kintsch ia memberikan kontribusi untuk perkembangan psikologi pengolahan teks. Sejak 1980-an karyanya dalam Analisis Wacana Kritis difokuskan terutama pada studi tentang reproduksi diskursif rasisme dengan apa yang dia sebut ‘elite simbolik’ (politikus, wartawan, sarjana, penulis), studi tentang berita di pers, dan pada teori ideologi dan konteks. Teun A. van Dijk adalah seorang profesor studi wacana di Universitas Amsterdam dari tahun 1968 hingga 2004, dan sejak tahun 1999 ia telah mengajar di Pompeu Fabra University, Barcelona. Dia telah banyak berceramah internasional, khususnya di Amerika Latin.

Dari sekian banyak analisis kritik wacana yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh beberapa ahli model van Dijk adalah model yang paling banyak dipakai. Hal ini kemungkinan karena van Dijk mengkolaborasi elemen-elemen wacana sehingga bisa didaya gunakan dan dipakai secara Continue reading

Categories: Wawasan | Tags: , , , , , , , , , , | 2 Comments

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: