katak (ber)tempurung (sudah biasa?)


katak (ber)tempurung (sudah biasa?)

oleh: mufatis maqdum

kopi-malampng

ketika mau pulang tiba tiba hujan turun, akhirnya saya putuskan menunggu hujan reda. suasana dingin disertai suara rintik hujan membuat saya mulai mengantuk. tiba tiba ada seorang rekan mulai membuka pembicaraan bersama saya yang membuat rasa kantuk perlahan pergi meninggalkan diri ini. rekan saya ini memgang salah satu bidang sering yang dianggap sebelah mata, namun bagi saya pribadi walau mata hanya sebelah (sebelah mata) tetaplah sangat berarti daripada tanpa mata.

bagai katak dalam tempurung, bidang yang dipegang rekan saya memang seakan tidak berguna karena kita hidup di lokasi yang sama dan mendukung, hal ini membuat bidang rekan saya kurang mendapat perhatian. namun bagi saya semua akan berbeda jika kita telah merasakan sendiri bagaimana pentingnya bidang tersebut saat berada di luar zona aman, saat dimana dihadapkan dengan serangan terbuka, bukan lagi perang dingin.

entah apa yang ada dalam benak ini, berada dalam nyaman dalam sebuah tenda saat hujan badai diluar, lupa bila tali tongkat yang menyangga itu pasti akan lepas dan perlu ditegakkan lagi atau diganti bila sudah patah. dan bila semua itu telah terjadi maka semua akan sibuk “menjadi” kambing hitam. teringat dengan sebuah pesan bijak “lebih baik membuat gubuk jadi daripada istana tidak jadi”.

larangan untuk keluar saat badai yang di perintahkan membuat kita akan tetap nyaman di dalam tenda yang perlahan mulai tidak di awasi penghuninya, mereka yang berada di luar pasti akan sebisa mungkin untuk bertahan dari hujan badai tersebut, bertahan agar tidak basah kuyup dan agar tidak kalah dengan hujan badai tersebut. saat di tenda bisa membuat api hanya dengan kompor lapangan atau parafin, namun bila di luar maka apapun caranya api harus bisa menyala. banyak yang di dalam tenda aman dan nyaman tapi sedikit yang mampu bertahan diluar, sedangkan yang diluar banyak yang hancur lebur tapi sedikit yang mampu bertahan itu pastilah bukan sembarangan karena sudah melalui seleksi alam.

beruntungnya kita berada dalam lingkungan yang mendukung, berada di saat yang tepat dan bersama orang yang benar, keuntungan ini bisa jadi penyelamat kita saat ini namun juga bisa jadi penyekarat kita di hari esok. kenyataannya, memang semua akan berbeda bilamana kita telah merasakan sendiri bukan hanya kita lihat atau kita dapat dari cerita orang, terlebih bila yang disampaikan adalah sesuatu yang memang benar benar telah kita alami sendiri, nilainya tentu akan berbeda.

kelar ngalor ngidul, kopi saya sudah habis. selamat malam sampai jumpa di kopi malam selanjutnya.

Categories: Wawasan | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: