Jalan – Jalan Pacitan (2)


Jalan-Jalan Pacitan (2)

Oleh: Mufatis Maqdum

Pantai Teleng Ria

Pantai Teleng Ria

Sabtu, 30 Agustus 2014

Hari itu teman saya sedang ada kegiatan hingga siang hari, akhirnya waktu tersebut kami gunakan untuk istirahat total setelah semalaman begadang perjalanan. Hingga tiba siang hari, kami kembali bersiap untuk menuju lokasi pertama. Setelah bermusyawarah akhirnya hari ini kami sepakat untuk mengunjungi pantai Teleng Ria lebih dahulu, dan karena hari sudah lepas dari dhuhur maka kami bergegas berangkat.

Dari lorok kami harus menuju pacitan kota untuk ke lokasi pantai Teleng Ria, ada dua rute yang sebenarnya bisa di lewati yakni dengan melewati gunung atau melewati jalur lintas selatan, dan kami memilih lewat jalur lintas selatan. Sepanjang jalur ini akan disuguhi pemandangan indah laut selatan karena jalur ini menyusuri pantai selain itu sepinya jalur ini dari pengguna jalan membuat kami bisa cepat sampai di pacitan kota, tidak sampai dari satu jam kami sudah sampai di kota.

Masuk kota kami langsung mengambil jalur menuju pantai Teleng Ria. Sebelum memasuki jalur pantai diseberang jalan ada Kediaman Masa Kecil SBY, ini bisa didapati di tepi jalan dan terdapat papan penunjuknya beberapa waktu sebelumnya saya sudah pernah mengunjungi kediaman tersebut dan tidak dipungut biaya namun kami tidak mampir kesana melainkan langsung menuju pantai. Begitu masuk area pantai Teleng Ria kami harus membayar karcis masuk dulu di loket, waktu itu tarif per orang Rp 5000 dan parkir mobil Rp 3000. Pantai Teleng Ria terletak di jalan WR. Supratman akses kesana sangat mudah karena dekat dengan jalan utama dan banyak tersedia homestay ataupun hotel disekitarnya, lokasi pantai sendiri juga sudah dirawat dan di olah mulai dari gazebo, toilet, lokasi parkir, musholla hingga tempat jual oleh-oleh baik souvenir maupun hasil laut sehingga memudahkan bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan disana, bus besar pun juga bisa masuk dengan mudah di kawasan pantai ini.

Puas berfoto di pantai dan mencari oleh-oleh hasil laut, kami bergegas menuju lokasi selanjutnya karena hari sudah lepas ashar. Setelah sholat ashar di musholla pantai, kami menuju mobil dan memacu kembali, kali ini tujuan kami adalah ke pantai Pidakan.

Dari pacitan kota kami sempat mampir ke lokasi oleh-oleh tahu tuna namun karena hari itu sudah sore stok sudah habis. Kamipun melanjutkan perjalanan menuju pantai Pidakan dengan tetap melalui jalur lintas selatan. Perjalanan ke pantai Pidakan hanya sekitar 30 menit saja, kendaraan juga kami pacu agak cepat karena kami ingin menghabiskan sore hari disana.

Masuk gerbang pantai kami membayar karcis masuk sebesar Rp 2000 per orang, lumayan ada kemajuan karena dulu masih awal-awal saya kesana masih belum di tarif dan lokasinya juga masih belum tertata seperti sekarang. Namun saat kami kesana disana sudah ditata lahan parkirnya juga ada beberapa warung, dipajang pula papan larangan untuk mengambil batu di pantai sebab batu dipantai ini sangat bagus dan dulunya sering diambil oleh pengunjung dan sangat bagus sekarang sudah dilarang karena jika tidak maka bebatuan tersebut bisa habis dan membuat pantai ini menjadi kurang bagus.

Setelah memarkir mobil kami langsung mengambil lokasi yang enak untuk menghabiskan sore hari. Disitu kurang bagus untuk melihat matahari terbenam karena matahari berada di belakang pantai. Langsung kami menyiapkan shisha sambal berfoto-foto disana hingga matahari terbenam.

Matahari terbenam kamipun beranjak dari pantai untuk kembali pulang, namun di jalan kami berhenti sejenak di jembatan Soge. Jembatan ini cocok buat bernarsis ria karena lokasinya bagus dan berada disisi pantai, anggaplah ini bonus wisata dijalan. Hingga sampai di rumah teman dan kami istirahat untuk mempersiapkan tenaga buat esok sebab esok hari akan menjadi hari yang panjang.

 

bersambung ke >>> Jalan – Jalan Pacitan (3) <<<

baca juga sebelumnya >>> Jalan – Jalan Pacitan (1) <<<

 

Dokumentasi terkait:

melalui jembatan Soge

melalui jembatan Soge

penunjuk kediaman SBY nampak dari tepi jalan

penunjuk kediaman SBY nampak dari tepi jalan

pantai Teleng Ria waktu itu

pantai Teleng Ria waktu itu

lika-liku Jalur Lintas Selatan Pacitan - Lorok

lika-liku Jalur Lintas Selatan Pacitan – Lorok

di Pantai Pidakan

di Pantai Pidakan

bebatuan di Pidakan

bebatuan di Pidakan

menikmati shisha hingga matahari terbenam

menikmati shisha hingga matahari terbenam di Pantai Pidakan

Categories: Jalan - Jalan | Tags: , , , , , , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “Jalan – Jalan Pacitan (2)

  1. Pingback: Jalan – Jalan Pacitan (1) | Mufatis Maqdum

  2. Pingback: Jalan – Jalan Pacitan (3) | Mufatis Maqdum

  3. Pingback: (timelapse video) Teleng Ria, Pidakan, Klayar, Taman. Pacitan Indonesia | Mufatis Maqdum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: