EKSOTIK LOROK, ANTI BOSAN JELAJAH PACITAN – JAWA TIMUR – INDONESIA


EKSOTIK LOROK, ANTI BOSAN JELAJAH PACITAN – JAWA TIMUR – INDONESIA

14-15-16 AGUSTUS 2013 (edisi lebaran 1434 H)

Oleh: Mufatis Maqdum

Pida'an Beach, Pacitan, East Java, Indonesia.

Pida’an Beach, Pacitan, East Java, Indonesia.

Perjalanan kali ini penulis akan mengunjungi  Pacitan, tepatnya di daerah Lorok, karena menurut informasi dari teman penulis yang tinggal disana, ada banyak lokasi menarik yang bisa dikunjungi. Meski sebenarnya penulis sendiri sudah pernah berkunjung ke Lorok (baca ini, baca juga ini), namun waktu itu penulis merasa perlu untuk mengunjungi Lorok kembali karena masih banyak lokasi yang membuat penulis penasaran berdasarkan banyak informasi yang penulis terima.

Lorok sendiri masih merupakan salah satu wilayah di kabupaten Pacitan. Pada awal kali penulis mengunjungi Lorok sempat terbesit pertanyaan, mengapa wilayah ini disebut Lorok, padahal tiap penulis melihat tulisan di jalan atau kantor pemerintahan semua bertuliskan Ngadirojo bukanlah Lorok, lantas mengapa juga dinamai dengan Lorok, begitu pula di tiap angkutan baik dari Pacitan maupun Trenggalek semua bertuliskan tujuan Lorok namun bukan Ngadirojo. Namun kebetulan penulis memiliki teman yang asli berasal dari Lorok dan bisa dihampiri kapan saja, sehingga waktu penulis bertamu sempat penulis ngobrol ringan tentang Lorok, menurut cerita yang ditutur oleh nenek teman penulis, dulunya Lorok dinamai seperti itu karena awal kali wilayah itu dibuka untuk hunian, kayu kayu yang ada di tebing dan lokasi tersebut di “slorok slorok”an ke bawah karena lokasi Lorok sendiri berada di tengah cekungan tebing dan gunung-gunung sedangkan sisi selatan sudah laut selatan atau samudra Hindia, tetapi entah bagaimana tepatnya sejarah penamaannya penulis juga masih perlu mencari banyak lagi informasi.

Bersama Dayat @Jalur Lintas Selatan (JLS) Lorok - Pacitan

Bersama Dayat @Jalur Lintas Selatan (JLS) Lorok – Pacitan

Untuk mencapai Lorok, penulis harus memperhitungkan waktu dan rute dengan tepat, karena untuk mencapai Lorok harus melalui medan yang berbeda dari jalur provinsi pada umumnya. Meskipun masih wilayah Jawa Timur, namun akses menuju kesana masih dalam tahap proses, bila orang merasa sangat jauh untuk menuju Pacitan, maka untuk menuju Lorok akan terasa lebih lagi. Namun sekarang sudah dibuat Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan  Lorok dan Pacitan dengan menyisiri tepi pantai selatan, jika dulu dari Pacitan menuju Lorok atau sebaliknya melewati jalur lama harus menempuh waktu sekitar 1-2 jam, makan dengan adanya JLS ini berdasarkan informasi dari teman penulis di Lorok hanya dengan waktu tempuh sekitar 45-60 menit saja bahkan 30 menit jika memacu kendaraan agak kencang.

Jalur Lintas Selatan (JLS) Lorok - Pacitan

Jalur Lintas Selatan (JLS) Lorok – Pacitan

Setelah penulis merancang dan mencari informasi tentang segala kebutuhan untuk perjalanan kali ini agar bisa terlaksana dengan waktu yang efisien serta perhitungan biaya yang tepat karena penulis akan menempuh perjalanan kali ini menggunakan bus. Penulis memilih rute awal start dari terminal Bungurasih Surabaya menuju terminal Surodakan Trenggalek, kemudian dilanjut menuju Lorok lewat Panggul menggunakan bus ¾, di Lorok ada teman penulis yang bisa diajak jalan-jalan menggunakan motor milik dia, kemudian dilanjut menuju Terminal Pacitan dari Lorok menggunakan microbus roda 4, dari Pacitan menuju terminal Tirtonadi Solo lewat Baturetno, dan dari Solo kembali pulang. Jika diruntut kurang lebih jalur yang akan dilewati penulis kali ini adalah sebagai berikut: Jombang – Surabaya – Kertosono – Kediri – Tulungagung – Trenggalek – Panggul – Lorok – Pacitan – Baturetno – Wonogiri – Solo – Karangjati – Caruban – Nganjuk – Kertosono – Jombang.

Rute Perjalanan

Rute Perjalanan

Perjalanan kali ini penulis tidak sendiri, namun ditemani sahabat penulis “cak dayat” owner “Mayda Tour n Travel” yang berdomisili di Sidoarjo dan nanti akan bertemu di terminal Bungurasih. Penulis berangkat sekitar jam 20.00 menanti bus menuju Surabaya di bawah Fly Over Peterongan, namun 30 menit penulis menanti tidak ada bus yang lewat bawah tapi semua kebetulan lewat atas FO, akhirnya penulis berpindah lokasi, lama menunggu sekitar 1 jam akhirnya ada juga bus yang mau berhenti karena sebelumya jarang ada yang mau berhenti, boleh jadi karena sudah malam dan di turunan FO sudah jalur cepat, jadi jarang bus mau berhenti. Sumber Selamat 7433 Legacy berhenti dan penulis berjalan menuju Surabaya, Tarif dari Peterongan ke Surabaya Rp 12.000,-, perjalanan pun terasa nyaman, bus melaju cukup kencang namun pengemudi sangat halus sehingga tidak terasa kalau bus melaju kencang.

PO Pelita Indah "SAReP" (Surabaya - Trenggalek via Kertosono)

PO Pelita Indah “SAReP” (Surabaya – Trenggalek via Kertosono)

Sekitar pukul 22.30 penulis sudah sampai di terminal Bungurasih dan tak lama kemudian teman penulis juga sampai di terminal, kami sebentar ngopi di area parkir keberangkatan bus, Nampak bus Pelita Indah “SAReP” Discovery sudah bersiap untuk menuju area pemberangkatan dan Kami menuju Trenggalek berencana menggunakan bus tersebut. Tak lama kemudian bus memasuki area pemberangkatan, kami sudahi ngopi kami, dan kami menuju area pemberangkatan sambil mengambil dokumentasi. Bus berangkat dari terminal bungurasih pukul 23:45 menuju Trenggalek. Perjalanan juga sangat menyenangkan, pengemudi handal dan bus nyaman. Tarif lebaran waktu itu Rp 31.000,- untuk Surabaya-Trenggalek.

PO Cahaya Mulya (Lorok -  Panggul - Trenggalek)

PO Cahaya Mulya (Lorok – Panggul – Trenggalek)

Sekitar pukul 04:00 bus sudah sampai di terminal Surodakan Trenggalek, kami menuju warung untuk makan pecel, setelah itu kami menuju area pemberangkatan bus menuju Lorok, bus yang kami naiki adalah bus ke 2, bus pertama sudah berangkat pukul 03.00 sedangkan bus yang kami naiki berangkat pukul 04:30 dengan tarif Rp 30.000,- untuk edisi lebaran. Perjalanan ke Lorok menggunakan bus ¾ dari trenggalek biasanya ditempuh sekitar  4 jam dengan melewati pegunungan dan pedesaan sepanjang perjalanan dan juga melewati PLTU Sudimoro, namun kami banyak tertidur ketika perjalanan tersebut karena malamnya kami belum tidur karena asyik menikmati perjalanan ke Trenggalek.

PLTU Sudimoro - Pacitan

PLTU Sudimoro – Pacitan (nampak dari jalan utama Lorok – Panggul)

Jam setengah sembilan pagi kami sudah sampai di terminal Lorok, setelah mengambil dokumentasi kami berjalan kaki menuju rumah teman penulis yang sudah menunggu, disana kami disambut dengan hangat dan di ajak sarapan bersama. Setelah sarapan kami langsung keluar untuk ke pantai karena waktu yang kami miliki sangat sempit sekiranya tidak lebih dari jam 2 siang sebab selepas itu sangat sulit atau bahkan tidak ada microbus menuju Pacitan.

@Terminal Lorok desa Wiyoro Kab. Pacitan

@Terminal Lorok desa Wiyoro Kab. Pacitan

Pantai pertama tujuan kami adalah pantai Pida’an, pantai ini dekat dari Ngadirojo lokasinya di sekitar Jalur Lintas Selatan Lorok Pacitan. Pemandangan di pantai Pida’an  cukup indah, terdapat tebing tinggi di ujung jauh, sekitaran pantai yang penuh dengan batu-batu, air yang sangat jernih hingga bisa membuat kita melihat dasarnya langsung serta ombak yang tidak terlalu besar membuat pantai ini menjadi sangat bersahabat untuk bisa bermain air, meskipun sebenarnya ombak disini besar namun karena banyak bebatuan yang menjadi tangkis laut alami membuat air yang sampai di tepi pantai menjadi tenang.

Pantai Pida'an

Pantai Pida’an

Selesai dari pantai Pida’an kami menuju tempat konservasi penyu, lokasinya berada di area pantai Taman yang tidak jauh dari pantai Pida’an. Menurut informasi yang penulis dapat dari penjaga setempat, ketika penulis mengunjungi ternyata konservasi ini masih baru dibuat dan baru akan diresmikan. Disana ada tempat penetasan telur, kolam pembesaran tukik hingga tempat penyu dewasa, beruntung kami dapat kesempatan mengabadikan foto dengan penyu. Perlu diketahui, di lokasi ini juga ada Flying Fox yang menurut penulis termasuk tinggi daripada Flying Fox lainnya yang pernah peulis jumpai, dan tentunya kalau anda memiliki nyali silahkan mencoba.

Konservasi Penyu

Konservasi Penyu

Lepas dari lokasi konservasi penyu akhirnya kami pulang ke rumah untuk bersiap melanjutkan perjalanan ke Pacitan, terkesan agak terburu memang dan sangat terasa kurang lama kami berada disana terutama di Pantai Pida’an yang sangat tenang dan indah. Namun jika telat maka kami harus bermalam di Lorok karena angkutan microbus ke Pacitan menurut informasi selepas jam 2 siang sangat sulit atau bahkan sudah tidak ada lagi.

Microbus Lorok - Pacitan

Microbus Lorok – Pacitan

Seusai makan siang di teman kami, kami berpamitan pada tuan rumah untuk kembai melanjutkan perjalanan, kami menuju pasar Lorok untuk menaiki microbus jurusan Pacitan – Lorok, beruntung kami masih mendapatkan angkutan tersebut. Perjalanan dari Lorok menuju Pacitan melewati pegunungan dan jalan yang berliku, ada dua jalur dari Lorok menuju Pacitan, bisa lewat jalur angkutan microbus tersebut atau lewat Jalur Lintas Selatan menyisiri laut. Jam 2 siang kami berangkat menuju Pacitan dan sepanjang perjalanan kami banyak pergunakan untuk istirahat tidur untuk tetap menjaga stamina kami hingga tak terasa setelah 2 jam perjalanan kami tepuh, jam 4 sore kami telah sampai di terminal Pacitan untuk tarif Lorok menuju Pacitan di edisi lebaran tersebut adalah Rp 20.000,-.

PO Aneka Jaya (Pacitan - Baturetno - Solo)

PO Aneka Jaya (Pacitan – Baturetno – Solo)

Di terminal Pacitan, kami mendapat informasi kalau bus ke Surabaya masih lama, sedangkan untuk ke Solo tinggal bus terakhir karena bus belakangnya tidak berangkat, akhirnya kami memutuskan untuk ke Solo terlebih dahulu. Bus Aneka Jaya tujuan Solo lewat Baturetno yang kami naiki berangkat pukul 16:30 dan kami sampai di Solo pukul 21:30. Sekitar 5 jam perjalanan kami tempuh untuk menuju Solo dengan Tarif Lebaran Pacitan – Solo Rp 30.000,-. Selama perjalanan kami gunakan untuk istirahat, namun bus sempat berhenti di pasar Baturetno sekitar 20 menitan itu kami gunakan untuk mengisi perut dengan jajanan di sekitar pasar.

PO Aneka Jaya (Pacitan - Batu - Solo) @Pasar Baturetno

PO Aneka Jaya (Pacitan – Batu – Solo) @Pasar Baturetno

Sampai di terminal Tirtonadi Solo, kami istirahat di masjid terminal sambil kami menunggu bus tujuan Surabaya, karena kami berencana naik Sugeng Rahayu 7804 line Surabaya Solo Semarang via Karangjati. Tak lama kemdian bus yang kami tunggu akhirnya datang memasuki area parkir dan sekitar pukul 1 malam bus berangkat menuju Surabaya. Penulis langsung memilih untuk turun di peterongan, tarif solo ke peterongan edisi lebaran waktu itu adalah Rp 35.000,- dan jam 4 pagi akhirnya penulis sampai di tujuan.

Dok. Lama: Sugeng Rahayu 7804 (Surabaya - Solo - Semarang via Karangjati)

Dok. Lama: Sugeng Rahayu 7804 (Surabaya – Solo – Semarang via Karangjati)

Pantai di Pacitan memang sangat indah dan berpotensi bagus kedepannya jika diolah dengan bagus baik infrastruktur dan lainnya terutama soal akses jalan dan angkutan, karena di banyak lokasi yang sudah penulis kunjungi masih banyak infrastruktur yang belum dibangun atau ditata dengan baik, belum lagi akses jalan yang harus melalui medan yang tidak umum serta minimnya sarana angkutan transportasi.  Apalagi setelah kami mengunjungi pantai Pida’an dan konservasi penyu dan juga beberapa waktu lalu yang penulis juga sudah sempat menjelajah di kabupaten yang memiliki julukan kota 1001 goa ini membuat penulis semakin yakin akan masa depan potensi pariwisata di kabupaten Pacitan ini semakin cerah dan bisa menjadi andalan Indonesia serta Jawa Timur khususnya. Demikian Tulisan ini dibuat, semoga bermanfaat. *mufatismaqdum*

Tulisan Terkait:

1. Pacitan: Mengintip Surga Jawa Timur Yang Tersembunyi

2. JELAJAH JALANAN, Kembali Menyapa Pesona Pacitan

Dokumentasi terkait:

Bersama Tuan Rumah #thanksverymuch

Salah satu pemandangan  di jalanan Trenggalek Lorok

Salah satu pemandangan di jalanan Trenggalek Lorok

Selamat Datang Di Pantai Pida'an

Selamat Datang Di Pantai Pida’an

Gerbang Pantai Taman dan Konservasi Penyu

Gerbang Pantai Taman dan Konservasi Penyu

Tempat Penetasan Telur @Konservasi Penyu

Tempat Penetasan Telur @Konservasi Penyu

Rute Surabaya - Trenggalek

Rute Surabaya – Trenggalek

Rute Trenggalek - Panggul - Lorok

Rute Trenggalek – Panggul – Lorok

Tiket Jombang - Surabaya #SugengRahayu

Tiket Jombang – Surabaya #SugengRahayu

Tiket Surabaya - Trenggalek #PelitaIndah

Tiket Surabaya – Trenggalek #PelitaIndah

Tiket Pacitan - Solo #AnekaJaya

Tiket Pacitan – Solo #AnekaJaya

Tiket Solo - Peterongan #SugengRahayu

Tiket Solo – Peterongan #SugengRahayu

Categories: Jalan - Jalan | Tags: , , , , , , , , , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “EKSOTIK LOROK, ANTI BOSAN JELAJAH PACITAN – JAWA TIMUR – INDONESIA

  1. aziel

    jan kraeatip pak,…🙂

  2. phia

    hhhehehe top

  3. Pingback: Selayang Pandang Pantai Pida’an, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia (2013) | Mufatis Maqdum

  4. Pingback: Jalan – Jalan Pacitan (3) | Mufatis Maqdum

  5. topx

    mantap pak dhe ….lorok …my life love live here ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: