PRODUCTION OFFICER at SIMFONI FM


PRODUCTION OFFICER at SIMFONI FM

Oleh:

Ahmad Mufatis Maqdum Biahmada

 

Radio dan Production Officer

Sebuah stasiun radio dalam pelaksanaannya bukan hanya membutuhkan seorang penyiar saja, namun membutuhkan beberapa bagian atau divisi untuk dapat berjalan dan bertahan hingga mengudara dinikmati oleh khalayak.

UKM Simfoni FM sebagai salah satu wadah kreatifitas bagi mahasiwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut serta memberikan fasilitas kepada mahasiswa yang ingin mendalami atau mengembangkan minat bakat di bidang keradioan.

Menjadi seorang Production Officer di UKM ini dalam kegiatan kesehariannya lebih berada di belakang layar, keberadaannya yang seperti ini membuat Production Officer sering tidak dikenal atau diketahui oleh pendengar tidak seperti announcer yang lebih dekat dan dikenal pendengarnya.

Sebagaimana posisi dan job yang diterima di Simfoni FM, Production Officer lebih sering berperan aktif dalam memproduksi media yang bersifat audio seperti Jingle, Id’s, Spot Ajang, Spot Iklan, dan lain-lain.

 

Iklan dan Pengertiannya

Untuk bisa tetap eksis di khalayak, hampir semua stasiun radio dalam pelaksanaannya membutuhkan biaya untuk menunjang operasionalnya, sumber pendanaan ini beragam sumbernya dan berbeda di tiap radio, namun secara umum salah satu sumber pendapatan radio ialah dari iklan.

Iklan sendiri memiliki pengertian sendiri dan beberapa macamnya. Namun berdasarkan UU No 32 Thn 2002 tentang Kepenyiaran, iklan dapat diambil pengertiannya dalam UU No 32 Th 2002 Bab I, Pasal 1 ayat 5 yakni“Siaran Informasi yang bersifat komersil dan layanan masyarakat tentang tersedianya jasa, barang, dan gagasan yang dapat dimanfaatkan oleh kalayak dengan atau tanpa imbalan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan”.

Adapun macam iklan ada iklan komersil dan iklan layanan masyarakat. Iklan komersil sebagaimana dijelaskan dalam UU No 32 Th 2002 Bab I, Pasal 1 ayat 6 ialah “Siaran Iklan yang disiarkan melalui penyiaran radio atau televisi dengan tujuan memperkenalkan, memasyarakatkan, dan/atau mempromosikan barang atau jasa kepada khalayak sasaran untuk mempengaruhi konsumen agar menggunakan produk tersebut”. Sedangkan iklan layanan masyarakat dijelaskan pengertiannya dalam UU No 32 Th 2002 Bab I, Pasal 1 ayat 7 yakni “Siaran iklan yang disiarkan melalui penyiaran radio atau televisi dengan tujuan memperkenalkan, memasyarakatkan, dan/atau mempromosikan gagasan, cita-cita, anjuran, dan/atau pesan-pesan lainnya kepada masyarakat untukmempengaruhi khalayak agar berbuat dan/atau bertingkah laku sesuai dengan pesan iklan tersebut”.

 

Iklan, Fungsi dan Idealnya

Iklan dibuat tentu memiliki fungsi-fungsi tertentu. Menurut Rot Zoill sebagaimana dikutip oleh Rendra Widyatama, menjelaskan beberapa fungsi iklan secara umum yakni:

  1. Perception

Mempercepat berubahnya suatu kondisi dari keadaan yang semula tidak bisa mengambil keputusan terhadap produk menjadi dapat mengambil keputusan.

1. Persuasion

Membangkitkan keinginan dari khalayak sesuai pesan yang diiklankan, meliputi atas daya tarik emosi, menyebarkan ciri-ciri suatu produk, sehingga memancing daya tarik konsumen.

2. Reinforcement

Mampu meneguhkan keputusan yang telah diambil oleh khalayak.

3. Reminder

Meningkatkan dan memperkuat loyalitas konsumen.

 

Sedangkan secara ideal, sebuah iklan harus memiliki beberapa kriteria tertentu. Menurut Djayakusumah, beberapa kriteria ideal itu adalah:

  1. Attention          : mengandung daya tarik
  2. Interest            : mengandung perhatian dan minat
  3. Desire              : memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki
  4. Conviction       : menimbulkan keyakinan terhadap produk
  5. Decision          : menghasilkan kepuasan terhadap produk
  6. Action             : mengarah tindakan untuk membeli

 

Kelebihan dan Kelemahan Iklan Radio

Iklan yang dibuat atau disiarkan khususnya pada stasiun radio sudah tentu memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan. Adapun beberapa kelebihan iklan radio ialah:

  1. Biaya rendah
  2. Jangkauan wilayah
  3. Pendengar yang spesifik
  4. Efektif dalam aktifitas

sedangkan beberapa kelemahan iklan radio ialah:

  1. Tanpa demo
  2. Sekali dengar
  3. Terbagi oleh stasiun radio yang ada
  4. Kontrol penyiaran iklan

 

Model Penyampaian Iklan Radio

Iklan dibuat untuk disampaikan sehingga fungsi iklan dapat dimaksimalkan dan tujuan yang dimaksud bisa dicapai.

Secara umum, model penyampaian iklan ada 2, yakni:

1. Ad-lib (Iklan Baca)

Penyampaian Iklan yang dilakukan dengan cara dibacakan langsung oleh penyiar saat on air.

2. Spot (Iklan Rekam)

Penyampaian iklan melalui pemutaran spot/iklan/promo dalam bentuk rekaman pada media.

 

Memproduksi Spot Iklan Radio

Dalam memproduksi spot iklan radio ada beberapa tahapan yang secara umum harus difahami oleh bagian production officer, tahapan tersebut ialah:

  1. Mengubah materi menjadi naskah.
  2. Mengajukan naskah agar mendapat persetujuan pemasang iklan.
  3. Proses take voice dst.
  4. Mengajukan kembali kepada  pemasang iklan.
  5. Siap tayang sesuai kontrak.

 

Model Iklan Radio

Iklan di radio dengan segala kelebihannya harus dibuat sedemikian rupa untuk bisa menutupi beberapa kelemahannya. Oleh karenanya model iklan harus tepat sehingga pesan yang diharap bisa sampai dengan tepat pada pendengarnya.

Namun secara umum pengaturan model dalam iklan di radio terdiri dari 3 bagian penting yakni pendahuluan, isi, dan penutup. Dalam bagian pertama yakni pendahuluan, disana dibangun sebuah situasi-situasi tertentu yang membawa pendengar pada suatu keadaan tertentu, sering juga di dalamnya di bubuhi konflik-konflik yang dapat menarik perhatian tertentu pendengar. Begitu masuk pada bagian isi, pendengar disuguhi ragam informasi dan solusi yang berhubungan dengan situasi keadaan maupun konflik yang berlangsung pada bagian pendahuluan hingga tiba di bagian akhir penutup yang biasanya pendengar disuguhi fungsi atau hasil akhir dari rangkaian iklan bahkan tak jarang dibubuhi canda ringan.

Beberapa contoh spot iklan di Simfoni FM:

Spot She Boutique

(Suara flash kamera, riuh penonton)

MC                  : Oke pemirsa… / langsung aja kita dengerin / komentar dari madam mince…///

Madam            : okelah…/ langsung aja… / ai fikir baju yang u pake tak oke sangat lah…… / lepas tu          norak             sangat….. / tak oke sangat…… / dan malah u tak matching sangat u know!!!….. / emmm….ai rasa kalo macam tu…. / u mesti datang ke she boutique// u    know / disana lengkap sangat / dari    baju / ada aksesoris / dan ada juga fashion             desainernya ///

///She Boutique menyediakan segala macam model pakaian / aksesoris / fashion desainer / serta ada spa and salon // She boutique / jalan MT haryono 2A Malang / telponnya 0341-551968 ///

MC                  : Lho lho lho lho lho…./ madam mau kemana?? / acaranya kan belum selesai ??? ///

Madam            : Oke mince / nak ke she boutique / mau tak??///

Contoh Spot Ajang Diary Mami

(suara guntur)

Cewek             : kamu maunya apa sih??? ///

Cowok                        : aku pengen putus….!!! ///

Cewek             : apa??? / tapi aku gak mau putus / gila aja!!! ///

Cowok                        : Pokoknya kita putus….!!! ///

Cewek             : tapi……tapi……///

kenapa….? / putus cinta…./ patah hati….. / atau butuh curhat? / Curhat aja bareng kita / dijamin langsung plong….// oh yaaa…..dimanaaa…. // ya di diary mami lah / every saturday night / at 10pm – 11pm / only on / 105,7 / simfoni fm / the power hits station ///

Cewek             : thanks diary mami / sekarang aku udah plong / masalahku udah bolong / sekarang aku doyan nongkrong ///

 

Proses Produksi, Kebutuhan dan Tahapannya

Ada beberapa hardware dan software yang dibutuhkan dalam proses produksi. Beberapa hardware yang dibutuhkan ialah:

  1. Instrumen Musik
  2. Komputer
  3. Microphone
  4. Speaker
  5. Audio Interface

Adapun beberapa software yang dibutuhkan ialah:

1. DAW (Digital Audio Workstation)

Yang dimaksud DAW (Digital Audio Workstation) adalah perangkat rekaman yang berbasis digital, seperti Adobe Audition, Steinberg Nuendo, Digidesign Pro Tools, Reason, Fruity Loops, dll.

2. Virtual Instrument

Seperti Virtual Drummer, Virtual Guitar, dll.

3. Plug In Effect

Seperti Equalizer, Limiter, dll.

 

Ada beberapa tahapan yang secara umum harus dilalui saat produksi hingga melahirkan sebuah hasil tertentu, baik itu berupa jingle, spot atau yang lainnya. Perlu dimengerti dengan baik oleh production officer beberapa tahapa proses tersebut, mulai dari awal proses hingga akhirnya.

Umumnya, 5 proses dalam tahapan produksi yang harus difahami betul oleh production officer ialah (1) Arranging & Composing,(2) Recording,(3) Editing, (4) Mixing, (5) Mastering. Adapun penjelasan dari tahapan-tahapan tersebut ialah sebagai berikut:

1. Arranging & Composing

Pada tahap ini mencari dan menyediakan komposisi musik yang tepat, serta lirik maupun teks yang akan menjadi bahan juga dipersiapkan dengan matang

2. Recording

Recording atau perekaman disini menggunakan perangkat rekaman yang berbasis digital atau DAW (Digital Audio Workstation). Sedangkan pendukung lainnya seperti mic, komputer, mixer dll juga turut serta digunakan dalam proses ini.

3. Editing

Dalam proses ini dilakukan pengeditan bahan-bahan yang telah masuk dalam proses sebelumnya, hingga diperoleh bahan yang penting dan dibutuhkan saja. Dalam prakteknya, proses ini masih menggunakan DAW (Digital Audio Workstation) juga.

4. Mixing

Diantara beberapa proses yang dilalui dalam tahap ini ialah Balancing, Panning, Staging, Effect insert dll.

Panning yang dimaksud disini ialah penyebaran suara, biasa dilakukan untuk menempatkan vokal atau instrumen di sisi kiri atau kanan. Sedangkan Balancing atau penyeimbangan, biasa dilakukan untuk menyeimbangkan suara antara vokal, instrumen dan lainnya. Yang perlu diketahui dalam proses balancing, secara umum ada perbedaan yang diterapkan dalam standar umum yang dipakai antara publik atau musisi dan yang dipakai oleh label. Musisi atau publik biasanya memakai standar 50:50 sedangkan label bervariatif mulai antara 60:40, 70:30 hingga 80:20.

5. Mastering

Tahap ini adalah tahap final, pada tahap ini ada beberapa proses yang dilakukan seperti Correction, Equalizing, Maximize, Compression, Limiting, Final Touch up, Rendering dll.

 

Kesalahan-Kesalahan Umum

Ada baiknya jika kita memahami lebih awal beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam proses produksi, diantara beberapa kesalahan umum itu sebagaimana berikut:

  1. Musik dan instrumen yang buruk
  2. Posisi mic yang salah
  3. Kurang komunikasi
  4. Kurang memahami proses produksi
  5. Speaker yang kurang memadai
  6. Berharap keajaiban di studio rekam

 

Penutup

Menjadi seorang production officer di Simfoni FM tidak jauh berbeda kegiatannya dengan bagian yang sama di radio lainnya. Bekerja di balik layar dengan segudang kreatifitas dan fasilitas untuk menunjang proses kesehariannya membuat bagian ini lebih “melek” dalam perkembangan teknologi.

Sedikit seluk beluk production officer di Simfoni FM dengan segala kegiatannya serta beberapa teori yang layak di kuasai oleh bagian production officer sebagaimana tertulis disini tentulah belum mencakup keseluruhan, masih banyak hal di lapangan yang lebih perlu untuk dikuasai.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi khalayak terutama peserta Diklat Keradioan Dasar 13 UKM Simfoni FM Universitas Islam Negeri Maulana malik Ibrahim Malang. Salam Peace n Kreasi

 

Categories: Wawasan | Tags: , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “PRODUCTION OFFICER at SIMFONI FM

  1. Nice..hope this short article gives much information for people who interest in radio broadcast…welcome to the world with no limit 105.7 SIMFONI FM THE POWER HITS STATION

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: