RAHASIA KECIL KEINDAHAN “PULAU 1000 MASJID”


Catatan Perjalanan 2012:

RAHASIA KECIL KEINDAHAN “PULAU 1000 MASJID”

LOMBOK – NUSA TENGGARA BARAT

Oleh: Mufatis Maqdum

Setelah lama tidak menorehkan coretan disini, Alhamdulillah selesai juga tulisan ini. Namun sebelumnya kami ingin berterima kasih pada beberapa pihak yang turut serta membantu kami dalam tulisan ini. Mustain yang memiliki banyak koneksi di Lombok membuat perjalanan semakin mudah, Okky beserta tuan rumah yang telah memberikan sambutan hangat bagi kami, TGH Yamil yang turut serta memberi tumpangan istimewa, Salamah “Salme” Emma Assegaf sang juru selamat orang hilang, Ahmad “Toni” Patoni sahabat dari Lombok Timur yang menemani bersama secangkir kopi, Duta dengan segala referensi dan rekomendasinya yang sangat berharga, PO. Selamat Group “Sugeng Rahayu”, PO. Titian Mas, PO. Tiara Mas, Taxi Blue Bird “Lombok Taksi”, dan segala pihak yang tidak bisa kami sebut satu per satu atas segala partisipasinya yang membantu kami hingga selamat sampai di rumah kembali. Meski di banyak sisi tulisan ini belum sempurna baik pada tata bahasa maupun gaya penulisan, Semoga ada manfaatnya.

 

Jelang Keberangkatan

Lama rasanya tidak kembali menyingkap kekayaan pesona Nusantara ini, membuat Saya kembali ingin mengintip indahnya panorama khas Indonesia yang menjadi aset surga bangsa ini. Sebenarnya Saya juga sempat melakukan beberapa perjalanan ke beberapa tempat, namun beberapa belum sempat Saya tulis dalam catatan perjalanan Saya. Setelah beberapa waktu kemarin telah mengintip keindahan “Kota 1001 Goa” di jawa timur atau dikenal dengan kota Pacitan, maka perjalanan kali ini ialah menuju “Pulau 1000 Masjid” atau biasa Kita kenal dengan sebutan pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat.

Rasa ingin tahu akan pesona yang disajikan di pulau Lombok sebenarnya sudah membuat Saya ingin sekali ke sana, apalagi begitu telah mengetahui dari cerita beberapa teman maupun berbagai informasi di internet. Namun karena kendala jarak, waktu dan biaya membuat kunjungan kali ini lama sekali tertunda, hingga tiba saatnya kemarin Saya baru mendapat kesempatan untuk kesekian kalinya mengintip pesona Nusantara yang kaya ini. Dalam perjalanan kali ini Saya tidaklah sendirian, tapi ditemani oleh seorang teman yang sejatinya sejak dulu menjadi teman Saya dalam beberapa perjalanan yang Saya lakukan.

Sebelum perjalanan Kami lakukan, terlebih dahulu Kami membuat rencana perjalanan mulai berangkat hingga pulang beserta estimasi biaya yang dibutuhkan, tak lupa pula kami menghubungi beberapa teman untuk dapat disinggahi dalam perjalanan Kami dan membawakan untuk mereka beberapa botol kecap no.1 di kota Jombang, kecap cap “Ikan Dorang” hanya sekedar untuk buah tangan. Kecap buatan kota Jombang memang laris dan sudah dikenal di banyak tempat lain karena rasa kecapnya yang khas dan banyak disukai orang, oleh karenanya kami memilih kecap Jombang sebagai oleh-oleh. Setelah semua perencanaan sudah cukup, akhirnya Kami mempersiapkan bekal untuk perjalanan Kami, untungnya perjalanan kali ini Kami lakukan di bulan Ramadhan, sehingga sedikit mengurangi beban biaya konsumsi. Sedangkan untuk tiket keberangkatan Kami sudah dapat sejak beberapa hari sebelumnya yang Kami beli langsung di agen Titian Mas di Malang seharga Rp 230.000 per orang untuk tujuan Malang-Mataram.

DAY 1 (Senin, 30-07-2012)

Kembali Bergoyang Hingga Surabaya

Hari senin tanggal 30 Juli 2012 telah tiba, artinya hari ini Kami harus segera berangkat sesuai jadwal yang telah Kami buat sebelumya. Hari ini Kami menuju Malang karena bis yang Kami naiki menuju Mataram berangkat dari Malang, sebelumya Kami sudah memesan tiket bis Titian Mas dari Malang menuju Mataram. Kami sengaja naik dari Malang dan tidak dari Surabaya karena Kami juga berencana untuk mengunjungi beberapa teman yang ada di Malang terlebih dahulu sebelum Kami berangkat menuju Mataram.

Setelah packing dan barang yang dibutuhkan dirasa sudah masuk semua dalam ransel, akhirnya Saya menuju rumah teman Saya yang akan bersama melakukan perjalanan ini, sesampainya disana Kami kembali checklist semuanya, dan setelah semua dirasa sudah siap, Kamipun berangkat berjalan kaki menuju jalan raya untuk naik bis menuju Surabaya. Sebernarnya dari Jombang juga bisa menuju Malang langsung dengan menaiki bis Puspa Indah di terminal Jombang, namun karena sudah kebiasaan lewat Surabaya dan ada beberapa teman yang harus Kami kunjungi di Singosari disamping karena sudah lama tidak merasakan sensasi perjalanan bis bersama Selamat Group atau biasa dikenal dengan bis Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu yang dulunya dikenal dengan nama Sumber Kencono.

Setibanya di depan pasar peterongan, Kami menunggu kedatangan bis yang Kami cari. Dan setelah beberapa menit kemudian jam 10:25 WIB tibalah bis tersebut, Sugeng Rahayu W 7357 UY jurusan Surabaya Madiun Solo Yogya, dan kebetulan sekali yang bawa waktu itu pak Sutondo yang biasa megang bis itu sendiri. Namun karena hari senin, hari awal orang masuk kerja, seperti biasanya semua bis yang mengarah ke Surabaya selalu padat penumpang sehingga membuat Kami tidak mendapat tempat duduk, terpaksa Kamipun berdiri sambil bergoyang di dalam bis, tapi tidak lama Kami berdiri Kami pun mendapatkan tempat duduk ketika sampai di terminal Mojokerto karena penumpang juga banyak yang bertujuan di Mojokerto di seKitarnya. Setelah dapat duduk manis di bangku nyaman khas Sugeng Rahayu, perjalananpun kembali kena macet mulai dari layang Trosobo hingga pertigaan Kletek, dan hal ini sudah menjadi kebiasaan jalanan yang mengarah ke Surabaya karena disini adalah titik kepadatan bahkan sering macet saat senin pagi, walaupun bis berjalan merambat akhirnya sampai juga Kami di tujuan Kami, terminal Bungurasih tepat pukul 12:20 WIB.

Bercengkrama Dengan Bungurasih

Sesampainya di terminal Bungurasih, Kami tidak langsung naik bis selanjutnya, sejenak Kami menikmati suasana hiruk pikuk aktifitas di terminal sambil menunggu kepastian beberapa teman yang akan Kami kunjungi di Malang sana. Setelah beberapa saat kemudian Kamipun menuju masjid di dekat tempat penurunan penumpang terminal Bungurasih untuk melaksanakan kewajiban sholat, dan kemudian Kami lanjutkan nongkrong di belakang parkiran pemberangkatan bis shelter baru mencari bis AC tarip biasa yang menuju ke Malang.

Kabar yang kami tunggu dari teman Kami tidak kunjung tiba, akhirnya Kami memutuskan untuk langsung menuju Malang, dan tidak lama kemudian tibalah bis Restu Panda “DIOR” masuk ke jalur pemberangkatan menuju Malang, langsung saja Kami naik dan mencari tempat duduk. Pukul 13:45 WIB bis ini berangkat menuju Malang, melalui rute Surabaya Porong Gempol Pandaan Sukorejo Purwosari Lawang Singosari Malang. Namun dalam perjalanan Kami ketika sampai di seKitar depan Kebun Raya Purwodadi terlihat ada kecelakaan lumayan parah yang menyebabkan dua jalur baik yang mengarah ke Malang atau sebaliknya menjadi tersendat, untungnya lokasi Kami cukup dekat dengan kejadian sehingga kemacetan Kami tidak terlalu panjang dan terlalu lama mengantri lewat, dan tak lama kemudian pukul 16:05 WIB Kami sampai dengan selamat di terminal Arjosari Malang.

Setibanya di kawasan terminal Arjosari Malang, terlebih dahulu Kami mencari tempat yang enak buat menunggu tiba waktu keberangkatan bis Kami. Segera Kami menuju indomaret terdekat sambil mencari beberapa jajanan buat bekal di perjalanan, kemudian Kami duduk-duduk santai di pinggiran jalanan sambil menikmati suasana terminal sambil ditemani dua teman Kami dari Malang, ketika jam mulai dekat dengan waktu keberangkatan, Kami kemudian menuju terminal dan melapor kepada agen bis atas kedatangan Kami sekalian menanyakan keberangkatan Kami, dan ternyata keberangkatan bis Kami setelah berbuka puasa, sehingga ketika tiba waktu berbuka Kamipun mencari warung di seKitaran terminal dengan menu tahu campur. Selesai Kami berbuka, Kamipun berpamitan dengan teman-teman yang menemani Kami dan Kamipun menaiki bis Titian Mas nopol EA 7350 AC.

Featuring Titian Mas, Menyapa Mataram

Pukul 18:30 WIB bis Kami berangkat dari terminal, sempat Kami berfikir tentang laka yang terjadi sore tadi, apakah sudah di evakuasi dan lalu lintasnya mencair ataukah sebaliknya, dan ternyata dampak kemacetan laka di Kebun Raya Purwodadi itu sudah sampai daerah sebelum stasiun Lawang, Kami pun harus berjalan merambat hingga lokasi, dan masih nampak disitu banyak tebu dari muatan truk yang belum dievakuasi dari jalan, hingga akhirnya selama seKitar 3 jam mulai jam 7-10an malam waktu Kami harus terbuang kena macet disitu. Baru jam 10 malam Kami bisa melewati lokasi kejadian dan bis langsung melaju karena sudah kehabisan banyak jam serta perkiraan kedatangan Kamipun mau tidak mau harus molor dari jadwal awal.

DAY 2 (Selasa, 31-07-2012)

Mengarung Lautan, Menapak Tanah Orang

Ketika sedang nyenyak tertidur, Saya terbangun karena bis berhenti, waktu itu jam menunjukkan pukul 01:30 WIB, Saya lihat ternyata bis ini berhenti di salah satu rumah makan di kawasan Situbondo tepatnya setelah PLTU Paiton untuk istirahat dan mendapat jatah servis makan untuk sahur dari bis. Setelah puas makan segera Saya menuju musholla untuk sholat dan kemudian jalan-jalan sebentar di sekeliling rumah makan sekedar meluruskan dan merilekskan badan sejenak hingga akhirnya pukul 02:00 WIB bis kembali melanjutkan perjalanan.

Setelah melewati kawasan Alas Baluran, tibalah Kami di pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan kapal langsung masuk ke kapal, waktu itu jam menunjukkan pukul 05:55 WIB, biasanya bis yang menuju ke Bali atau Lombok atau seterusnya, Mereka mengejar jam malam untuk menyebrang disini, namun karena Kami tadi terjebak kemacetan di Purwodadi, bis Kami telat melewati penyebrangan, begitu pula dengan bis-bis lainya yang sama berangkat pada waktu itu dari Malang. Selama kapal menyebrang menuju Gilimanuk terasa ombak dan angin saat itu lumayan besar dan kencang, sehingga sangat terasa kapal Kami bergoyang dan terlihat air masuk di bagian bawah atau parkiran kendaraan sehingga membuat basah lantai disitu, namun meski angin dan ombak sangat terasa, dengan di iringi musik dangdut koplo orang yang berjualan CD di dalam kapal membuat perjalanan ini semakin asyik dan tidak terasa, hingga jam menunjukkan pukul 06:54 WIB kapal merapat di pelabuhan Gilimanuk-Bali.

Setelah kapal merapat segera para penumpang digiring ke pos pemeriksaan identitas, dan selepas itu langsung bis kembali melanjutkan perjalanan menuju Padang Bai melewati Denpasar. Sepanjang perjalanan dari Gilimanuk – Denpasar – Padang Bai terasa jalanan sangat padat sehingga bis Kami tidak bisa berjalan cepat, hingga akhirnya bis Kami masuk pelabuhan Padang bai dan langsung masuk kapal pada pukul 12:30 WIB.

Begitu bis sudah parkir di dalam kapal, segera Kami mencari tempat yang tepat buat perjalanan Kami menuju pelabuhan Lembar di pulau Lombok yang membutuhkan waktu paling cepat seKitar 4 jam dengan menggunakan kapal ferry, Kami menggunakan KMP Putri Yasmin, kapal ini cukup nyaman karena di dalamnya ada ruangan khusus ber AC dan lesehan yang bersih untuk istirahat. Tepat pukul 13:11 kapal Kami berangkat, sepanjang perjalanan dari Padang Bai menuju Lembar Kami disuguhi pemandangan yang indah, mulai laut biru hingga pulau-pulau kecil, apalagi waktu itu menjelang matahari terbenam. Setelah kurang lebih 4 jam, pukul 17:05 WIB, kapal merapat di pelabuhan Lembar.

Setelah kapal sampai di pelabuhan Lembar, langsung kapal menuju Mataram, dan pukul 18:10 WIB bis Kami sampai di terminal Mandalika Mataram, ketika itu suasana terminal sudah sepi dan tidak ada aktifitas angkutan dan berdasarkan info terminal aktif mulai jam 4 pagi sampai jam 5 sore hingga bis dari Jawa habis. Di situ Kami di turunkan di pos polisi yang berada di dalam terminal dan langsung Kami dipersilahkan berdiam di pos polisi tersebut untuk menghindari kejahatan karena di terminal Mandalika sendiri terkenal masih rawan tindak kejahatan.

Di pos polisi Kami menunggu jemputan teman, dan tak lama kemudian pukul 18:45 WIB datanglah teman Kami menjemput dengan sepeda motor, segera Kami beranjak menuju rumahnya. Dengan bersepeda motor Kami melewati pusat kota menuju daerah Karang Baru, dan pukul 19:00 WIB sampailah Kami di lokasi rumahnya. Langsung Kami beramah tamah dengan tuan rumah, dan Kami sangat berterima kasih sekali atas sambutan hangat yang diberikan, tak lupa suguhan plecing khas Lombok disuguhkan kepada Kami, syukur rasanya bisa merasakan salah satu aneka cita rasa Nusantara ini.

Selesai beramah tamah Kami melihat jam menunjukkan pukul 20:35 WIB, Kami ditawari untuk sekedar jalan-jalan ringan ke kawasan Udayana karena letaknya sangat dekat dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki selama beberapa menit saja. Langsung saja tanpa membuang waktu dan kesempatan yang ada, Kami berjalan-jalan di kawasan Udayana, disana terdapat banyak sepeda hias atau odong-odong berhias lampu kerlap-kerlip yang bisa diisi hingga 6-8 orang, tak lupa juga banyak muda-mudi yang menghabiskan waktu disana, terlihat juga banyak anak kecil sedang bermain di taman bermain dan taman olah raga umum. Setelah beberapa saat berjalan kaki keliling, langsung Kami mencari penjual jagung bakar di seKitar situ sambil ngopi di pinggiran jalanan Udayana diiringi musik dangdut koplo untuk menikmati suasana sekitar setelah beberapa jam berada di dalam bis. Setelah puas ngopi ngobrol-ngobrol sambil makan jagung bakar, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22:35 WIB, itu artinya Kami harus segera pulang untuk istirahat karena esok hari Kami masih harus melanjutkan perjalanan Kami menuju Pemenang di Lombok Utara.

DAY 3 (Rabu, 01-08-2012)

Perjalanan Kembali Dimulai

Setelah usai santap sahur dan melaksanakan sholat subuh, Kami istirahat sejenak lalu kemudian Kami harus segera mandi dan bersiap untuk perjalanan selanjutnya. Perjalanan Kami menuju Pemenang tidak naik angkutan umum seperti yang di awal Kita rencanakan. Kami mendapat tumpangan dari kakak teman Kami untuk ikut menuju Pemenang karena Dia bekerja di daerah Tanjung, dan untuk ke Tanjung yang berada di kawasan Lombok Utara itu juga melewati Pemenang. Jam menunjukkan pukul 05:58 WIB setelah selesai berpamitan Kami langsung bertolak dari kawasan Karang Baru menuju wilayah Gunung Sari ke rumah kakak teman Kami dengan menaiki sepeda motor, memang benar apa kata beberapa teman Kami kalau di situ orang kurang tertib dalam berlalu lintas, terang saja di perjalanan Kami juga menemui sebuah kecelakaan antar sepeda motor, namun untungnya tidak sampai menyebabkan kemacetan lalu lintas, Kamipun berlanjut menuju tujuan dan pukul 06:04 WIB sampailah Kami di lokasi.

Setelah beberapa saat Kami menunggu persiapan untuk keberangkatan, pukul 06:59 Kami mulai berangkat menuju Pemenang dibarengi kakak teman Kami naik mobil, perjalanan Kami dari Gunung Sari menuju Pemenang melewati kawasan Hutan Pusuk, sepanjang jalan Kami disuguhi pemandangan khas gunung, namun yang menjadi istimewa di tempat ini adalah adanya kera-kera yang berkeliaran. Hutan Pusuk memang dikenal dengan populasi kera yang berjumlah banyak, hingga sering kali didapati kalau Kita melewati kawasan itu banyak kera yang turun ke jalanan, bahkan ada beberapa orang yang menyempatkan diri untuk memberi makanan kepada kawanan kera tersebut. Sebenarnya dari Mataram untuk menuju Pemenang bisa melewati kawasan Senggigi atau menyisiri laut, namun hutan pusuk menjadi pilihan karena ibarat memotong kompas karena selisih jarak yang lumayan banyak hingga sekitar 13 km. Tak lama kemudian sampailah Kami di kawasan Pemenang dan Kami turun di kantor Kecamatan Pemenang Timur, waktu itu jam menunjukkan pukul 07:39 WIB.

Selamat Datang Pemenang, Senggigi Sunset

Setelah Kami memberi kabar kepada teman Kami yang di Pemenang. Selama kami menunggu kedatangan teman kami, sering terlihat Cidomo angkutan khas Lombok berlalu-lalang dihadapan Kami. Kata “Cidomo” sendiri sebenarnya gabungan dari kata CI cikar, DO dokar, MO motor/mobil. Cidomo adalah sebuah angkutan khas Lombok yang terdiri dari gabungan tiga macam angkutan sesuai singkatan katanya yakni cikar, dokar dan motor, hal ini dikarenakan cidomo menggunakan badan cikar yang ditarik seekor kuda yang biasa dipakai dokar namun memakai roda motor/mobil.

pukul 07:50 WIB datanglah jemputan dari adik teman Kami untuk menuju ke rumahnya, namun karena hanya satu motor, akhirnya dipanggillah satu ojek lagi, dan kemudian Kami beristirahat di daerah Terengan kecamatan Pemenang. Hari masih pagi, karenanya waktu ini Kami pergunakan istirahat sebaik-baiknya untuk memulihkan kondisi, karena pada sore hari Kami berencana untuk menuju kawasan Senggigi sekedar mencari sunset.

Lama Kami beristirahat, dirasa juga badan sudah kembali fit, Kami lihat jam menunjukkan pukul 15:55 WIB. Segera Kami berangkat menuju kawasan Senggigi setelah mendapat pinjaman sepeda motor dari teman Kami. Dari Pemenang menuju Senggigi tidaklah begitu jauh hanya seKitar 19 km dengan jalan yang sudah mulus diperbarui, jalanan disitu melewati tepi pantai dan tebing, suasananya cenderung sepi namun sayang digunakan memacu kendaraan dengan kencang karena itu banyak suguhan pemandangan termasuk Gili Air Gili Meno Gili Trawangan yang terlihat dari jalanan itu. Kami harus bergegas untuk mengejar sunset, tapi sepanjang perjalanan memang tidak terasa lelah maupun jauh karena Kami disuguhi panorama yang begitu memukau, oleh karenanya mumpung cuaca bersahabat dan ada waktu, Kami sempatkan dalam perjalanan Kami menuju Senggigi untuk sambil mampir foto di beberapa titik sepanjang jalanan.

Jam menunjukkan pukul 16:54 WIB, sampailah Kami di kawasan Senggigi. Karena waktu itu hari sudah menjelang berbuka, Kami segera mencari Indomaret untuk membeli bekal berbuka. Setelah dirasa cukup, Kami segera mencari lokasi view sunset, akhirnya Kami memilih di tebing sekitar jalanan. Puas menikmati sunset Senggigi sambil berbuka di tebing jalanan, tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:38 WIB, Kami segera kembali pulang ke Pemenang, dan di tengah perjalanan pulang Kami juga sepat istirahat sejenak di salah satu tebing sepanjang jalanan Senggigi-Pemenang, hingga akhirnya sampailah Kami kembali di Terengan pukul 18:34 WIB dan kemudian kami istirahat.

 

DAY 4 (Kamis, 02-08-2012)

Selangkah Menuju Rahasia

hari ini hari Kamis tanggal 2 Agustus 2012, artinya tibalah jadwal Kami untuk melanjutkan perjalanan kembali menuju rute selanjutnya yakni menuju beberapa Gili di Lombok utara sekitar Pemenang. Di Gili Kami berencana untuk tidak menginap di penginapan, namun lesehan di tepi pantai sepanjang malam, oleh karenanya Kami meminjam alas kepada teman Kami, tak lupa Kami hanya membawa barang seperlunya saja satu tas untuk Kami berdua. Setelah segalanya dirasa sudah siap, pukul 09:32 WIB Kami menuju pelabuhan Bangsal menaiki ojek cukup dengan biaya Rp 10.000,- dan pukul 09:37 WIB sampailah Kami di pelabuhan Bangsal.

Setibanya disana, Kami menuju pos tempat penjualan tiket, Kami mencari informasi seputar Gili-Gili yang ada disitu. Berdasarkan informasi yang Kami dapat, terasa sulit jika Kami menuju 3 Gili tersebut dalam satu hari dengan public boat kecuali jika Kami carter kapal yang tentunya Kami harus merogoh kocek lebih dalam lagi, akhirnya Kami putuskan rute Kami ke tiga Gili tersebut ialah menuju Gili air – Gili Trawangan – Gili meno. Urutan ini berdasarkan jam keberangkatan public boat karena public boat tidak selalu siap 24 jam namun beroperasi mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore tiap hari. Menurut jadwal yang Kami rencanakan, Kami menuju Gili air dari bangsal jam bebas namun menunggu kapal full, kemudian dari Gili air menuju Gili Trawangan jam 14:30 WITA, dari Gili Trawangan menuju Gili meno jam 09:30 WITA, dan kembali ke pelabuhan Bangsal dari Gili meno jam 15:30 WITA.

Panorama Mulai Terkuak

Setelah Kami membeli tiket tujuan ke Gili Air dari Bangsal seharga Rp 8000,- di loket, Kami harus menunggu keberangkatan seKitar 2 jam karena Kami memakai public boat yang baru akan berangkat jika sudah full seat. Pukul 10:47 WIB akhirnya kapal Kami berangkat juga menuju Gili Air, pemandangan yang indahpun mulai tersaji sepanjang perjalanan ini, mulai panorama laut, pantai hingga pegunungan, dan beberapa saat kemudian sampailah Kami di Gili Air pukul 11:05 WIB.

Seampainya di dermaga Gili Air, Kami menuju pos petugas yang menjual tiket, disana Kami menanyakan keberangkatan kapal menuju Gili Trawangan, kemudian Kami juga menanyakan bagaimana cara Kami untuk bisa mengelilingi Gili Air ini. Inisiatif untuk mengelilingi muncul ketika Kami melihat indahnya panorama sekitar dan melihat Gili Air yang seperti tidak terlalu besar. Menurut petugas, untuk bisa mengelilingi Kita bisa naik Cidomo dengan biaya seKitar 100 ribuan, namun ada cara lain yakni mengelilingi Gili Air dengan berjalan kaki yang menurut petugas hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam saja. Akhirnya setelah Kami pertimbangkan segalanya, Kamipun memilih mengelilingi Gili Air dengan berjalan kaki sambil menunggu keberangkatan kapal Kami sembari mengintip rahasia-rahasia yang belum diketahui banyak orang di Gili Air.

Kami mulai berjalan mengelilingi Gili Air pukul 11:10 WIB. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya berdecak kagum atas keindahan pulau ini, mulai pasir pantainya yang putih dengan butiran yang indah, gradasi warna laut yang indah nan jernih airnya hingga pemandangan pulau Lombok dan Gili meno serta gunung Rinjani yang indah membuat perjalanan Kami mengelilingi pulau kecil indah ini di siang bolong dalam keadaan berpuasa membuat tidak terasa lelah sedikitpun karena terbayar dengan semua yang ada disana. Sejenak Saya bergumam dalam hati, semasa kecil dahulu Saya tahu laut Kenjeran Surabaya sudah terasa indah, kemudian Saya ke Malang dan mengelilingi pantai di sekitar Malang terasa ada yang indah lagi dari Kenjeran Surabaya, lalu sempat Saya touring dengan sepeda motor dengan sahabat-sahabat Saya ke pulau Bali dan disana ternyata Saya menemukan yang lebih indah dari Malang, akan tetapi begitu Saya di Lombok terasa ini lebih indah dari yang pernah Saya singgahi termasuk pantai di Laut Merah menurut Saya pribadi, sungguh kaya Nusantara ini.

Menuju Selanjutnya

Setelah lama Kami berjalan mengelilingi Gili Air, Kami sampai lagi di pos tiket Gili Air pukul 13:05 WIB dan langsung Kami membeli tiket kapal menuju Gili Trawangan disitu. Begitu rampung urusan tiket, Kami menuju sebuah musholla kecil di dekat pos penualan tiket kapal di Gili air, dan seusai Kami melaksanakan kewajiban sholat segera Kami menuju pos tersebut untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kedatangan kapal Kami untuk menuju rute Kami selanjutnya yakni Gili Trawangan.

Beberapa saat kemudian tibalah kapal yang Kami tunggu, langsung Kami menaiki kapal tersebut dan pukul 14:00 WIB berangkatlah kapal Kami menyebrang dari Gili Air menuju Gili Trawangan, namun kapal ini tidak langsung menuju tujuan tapi transit sebentar Gili Meno untuk menurunkan penumpang yang menuju Gili Meno dan kembali menaikkan penumpang dari Gili Meno yang mau menuju ke Gili Trawangan. Seusai bongkar muat di Gili meno, berangkatlah kapal Kami menuju Gili Trawangan dan tak lama kemudian pukul 14:38 WIB kapal Kami merapat di dermaga Gili Trawangan. Begitu turun dari kapal, Kami rehat sejenak di depan loket penjualan tiket Gili Trawangan sambil menikmati alam sekitar dan hiruk pikuk aktifitas dermaga sore itu. Setelah dirasa cukup beristirahat, Kami kemudian melanjutkan mencari masjid terdekat yang ada di Gili Trawangan.

Kamipun mulai menapaki jalanan Gili Trawangan, Kami bertanya kepada masyarakat sekitar tentang dimana keberadaan masjid terdekat, dan setelah mendapatkan informasi dari warga sekitar, sampailah Kami di masjid Nurul Istiqomah pada pukul 15:27 WIB. Di situ Kami rehat sambil menunggu waktu magrib tiba, dan begitu tiba waktu berbuka Kami dipersilahkan oleh pengurus masjid itu untuk ikut berbuka bersama, karena seperti biasanya di masjid-masjid pada umumnya saat tiba waktu berbuka di bulan Ramadhan banyak disediakan takjil bahkan makan gratis baik dari masjid itu sendiri maupun kiriman warga sekitar. Tak hentinya Kami bersyukur atas nikmat yang diberikan sambil menikmati sajian berbuka dengan menu plecing khas Lombok yang membuat perut menjadi kenyang. Seusai berbuka Kami langsung ikut sholat maghrib berjamaah di masjid itu, dan setelah sholat Kami langsung keluar dan kembali berjalan-jalan di sekitar Gili Trawangan.

Malam di Gili Trawangan terasa sangat hangat, suasanan jalanan yang dipenuhi wisatawan asing yang sedang asyik berpesta di cafe-cafe, iringan musik akustik hingga dentuman DJ juga sangat terasa membuat suasana malam disini sangat hidup, pantas saja disini kadang disebut surganya wisatawan. “no polisi no polusi” begitu kata beberapa orang yang Saya dengar tentang Gili Trawangan, “no polisi” karena disini sangat aman dan minim tindak kriminal serta “no polusi” karena memang disini tidak ada angkutan berbahan bakar minyak, yang ada angkutan disini hanyalah Cidomo.

Sempat terhanyut oleh suasana Gili Trawangan, Kami tersadar jika Kami berencana tidak menggunakan penginapan untuk bermalam, namun Kami berencana melewati malam ini di hamparan pasir pantai. Segera Kami mencari tempat yang tepat, dan begitu mendapatkan lokasi yang tepat, segera Kami menggelar alas yang Kami bawa. Waktu itu jam menunjukkan pukul 18:37 WIB, Kami mulai menyatu dengan alam menikamti suasana indahnya pantai dibawah naungan sinar bulan purnama hingga pagi menjelang.

DAY 5 (Jumat, 03-08-2012)

Malam Panjang, Cidomo Beraksi

Melewati malam di tepi pantai Gili Trawangan terasa sangat singkat, tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03:30 WIB, Kamipun segera kembali menuju masjid untuk sholat dan menunggu subuh tiba. Dan setelah Kami selesai sholat subuh di masjid, Kami segera bergegas kembali ke pantai untuk menikmati sunrise ala Gili Trawangan, waktu itu jam menunjukkan pukul 05:00 WIB. Lama tak kunjung tiba, langitpun terlihat mulai memperlihatkan keindahan warnanya khas kala matahari terbit dari ufuk timur. Namun tak disangka ternyata waktu itu sekumpulan awan masih bergumul di angkasa membuat keindahan panorama matahari pagi menjadi tidak tampak, namun apalah daya, akhirnya Kami mengabadikan beberapa momen saja waktu itu.

Tidak dapat menikmati sunrise Gili Trawangan dengan sempurna membuat Kami semakin terpacu untuk kembali menggali eksotika pulau ini, sempat terfikir kembali menjelajahi dengan berjalan kaki, namun pergi ke Lombok terasa kurang lengkap jika belum mencoba angkutan khas disana yakni Cidomo. Di sekitar Gili Trawangan banyak tersedia Cidomo yang siap mengantarkan ke tujuan anda. Setelah mendapatkan Cidomo, Kamipun menaikinya, Kami memilih untuk mengelilingi penuh Gili Trawangan, tarifnya Rp 125.000,- berkapasitas maksimal 3 orang tiap Cidomo. Pukul 06:46 WIB Cidomo Kami mulai beranjak mengelilingi dengan santai Gili Trawangan, sepanjang jalanan Kami disuguhi pemandangan yang indah pula, resort-resort megah banyak dibangun di tiap tepi pantai Gili Trawangan, sempat juga membayangkan berapa harga tanah disini yang tentunya bisa menjadi investasi dan aset berharga bagi pelaku bisnis, dan tak lama kemudian pukul 07:29 WIB sampailah Kami kembali di lokasi semula.

Sesampainya di lokasi, Kami langsung menuju pos penjualan tiket, Kami membeli tiket public boat langsung menuju Bangsal, karena di Pemenang Kami sudah ditunggu tuan rumah teman Kami, rencana awal singgah ke Gili Meno pun akhirnya dibatalkan, sebenarnya sangat diSayangkan sudah jauh-jauh datang kesini namun tidak mengelilingi juga Gili Meno seperti mengelilingi Gili Air dan Gili Trawangan. Namun karena kemaren kapal sempat singgah ke Gili Meno untuk bongkar muat, terasa sudah cukup untuk mewakili kehadiran Kami di Gili Meno.

Sampai Jumpa Kembali

Setelah Kami mendapat tiket kapal, Kamipun menunggu di ruang tunggu. Tak lama kemudian pukul 08:16 datanglah kapal tersebut dan Kami segera menaikinya, namun saat kapal akan berangkat ternyata jangkar kapal tersangkut, rupanya jangkar tersebut tersangkut dengan jangkar kapal lainnya. Meskipun sempat ada hambatan tersebut, rupanya itu menjadi hiburan sendiri bagi Kami, Kami bisa melihat ikan-ikan yang ada di bawah kapal, terlihat dengan jelas meskipun Kami berada di atas kapal, sangat indah terasa. Setelah beberapa saat kru kapal berusaha melepaskan jangkar dari sangkutan jangkar kapal lain, akhirnya kapal Kami pun langsung berangkat menuju pelabuhan Bangsal, waktu itu jam menunjukkan pukul 08:25 WIB.

Memandang keindahan Gili disitu yang mulai menjauh dari kapal membuat kerinduan tersendiri akan khas keindahannya. Dan tak terasa jam menunjukkan pukul 08:58 WIB tibalah Kami di pelabuhan Bangsal, dan begitu tiba disana langsung Kami mencari ojek untuk menuju ke Terengan. Setelah mendapat ojek pukul 09:02 WIB Kami berangkat menuju Terengan, dan pukul 09:12 WIB sampailah Kami di lokasi, kemudian Kami langsung istirahat melepas lelah setelah seharian menghabiskan tenaga untuk mengintip keindahan Gili tersebut.

Setelah puas istirahat, Kami bersiap menuju ke Mataram. Setelah berpamitan dengan tuan rumah, Kami naik taksi Blue Bird dari Terengan menuju Mataram Mall untuk bertemu dengan teman yang lainnya. Kami naik taksi karena memang di Lombok jika hari sudah malam jarang sekali ditemukan angkutan umum. Setelah memesan taksi by phone, tak lama kemudian datanglah taksi pesanan Kami. Pukul 18:25 WIB taksi Kami berangkat menuju Mataram Mall dari Terengan lewat hutan Pusuk, saat itu hari sudah malam sehingga perjalanan Kami bisa lebih cepat sampai karena jalanan cenderung sepi. Pukul 19:12 WIB sampailah Kami di Mataram Mall, ongkos taksi dari Terengan ke Mataram Mall via hutan pusuk waktu itu kami kena Rp 80.000,- dan Kami nongkrong di situ menunggu teman Kami tiba.

Tak lama Kami nongkrong, tibalah teman yang Kami tunggu. Beberapa saat Kami ngobrol disitu, jam 20:48 WIB Kami diantar menuju Ampenan dan jam 21:15 WIB Kami sampai di lokasi untuk kemudian beramah tamah sejenak lalu dilanjutkan istirahat kembali.

 

DAY 6 (Sabtu, 04-08-2012)

Total Recovery, Coffee break

Di hari ini Kami pergunakan untuk tidur panjang alias istirahat total setelah beberapa hari badan ini tidak merasakan istirahat yang cukup untuk menjaga stamina dan kesehatan Kami, mengingat Kami jauh dari rumah dan perjalanan jauh.

Setelah terasa recovery selesai, siang hari Kami mencari warung internet untuk sekedar mencari atau member kabar di dunia maya. Malam harinya Kami ngopi di sekitar rumah saja dengan beberapa teman Kami yang berasal dari Lombok.

DAY 7 (Minggu, 05-08-2012)

Free Line, Buber Kuliner dan Nostalgia

Di hari ini kembali mulai pagi hingga sore hari Kami tidak ada agenda khusus, hanya bersenda gurau dengan anak tuan rumah Kami dan istirahat sepanjang hari, istirahat kali ini juga Kami manfaatkan sebaik mungkin karena di sore hari masing-masing Kami ada jadwal buka bersama dengan teman Kami masing-masing.

Sore hari telah tiba, waktunya Kami berpamitan dengan tuan rumah. Setelah berpamitan, Saya dijemput dengan salah seorang teman Saya untuk buka bersama. Buka bersama ini terasa sangat penting, sambil kembali menyambung silaturrahmi dengannya, Saya juga meminta tolong kepadanya untuk mencarikan tiket bis kembali ke Surabaya, dan Saya sangat berterima kasih kepadanya karena dia berhasil mendapatkan tiket bis Tiara Mas tujuan Surabaya dengan harga Rp 225.000,- setelah sebelumnya Saya sempat khawatir kehabisan tiket, karena waktu itu dekat dengan arus mudik lebaran.

Dengan mengendarai sepeda motor datanglah teman Saya menjemput, karena waktu sudah menjelang magrib, segera Kami mencari tempat yang tepat untuk berbuka. Kami berbuka di Rumah Makan Taliwang Pertama dengan menu utama Ayam Taliwang khas Lombok. Syukur kembali terucap karena bisa mencicipi salah satu makanan khas dari Pulau Seribu Masjid ini.

Setelah puas berbuka, langsung Saya menuju ke kawasan Udayana diantar teman Saya untuk bertemu di tempat janjian Kami. Sesampainya disana Kami sedikit mengabadikan momen dan kemudian berpamitan dengan teman Saya yang satu itu.

Di malam harinya, kembali Saya bertemu dengan teman dekat selama kuliah di Malang yang berasal dari Lombok Timur, terasa sangat istimewa karena Dia datang jauh dari sana ke Mataram untuk menemui Saya. Kami kemudian ngopi dan sedikit bercengkrama di kawasan Udayana, kemudian obrolan Kami dilanjutkan di rumah teman Kami di kawasan Karang Baru hingga subuh menjelang.

Day 8 (Senin, 06-08-2012)

Welcome Home

Senin pagi telah tiba, waktunya Kami berpamitan dengan semua untuk kembali ke tanah Jawa. Begitu semua barang sudah siap, Kami berpamitan dengan tuan rumah, kemudian Kami menuju jalanan Udayana. Sebelum ke jalan Kami sudah memesan taksi Blue Bird by phone (0370-627000) terlebih dahulu, sehingga begitu Kita tiba di jalan Udayana, taksi sudah siap mengantar Kita menuju kantor perwakilan agen bis Tiara Mas hanya cukup dengan biaya Rp 17.000,-. Di agen bis Kami juga ditemani teman Kami hingga bis Kami berangkat.

Pukul 09:11 WIB bis Kami Tiara Mas EA 7311 A berangkat dari agen di kawasan jalan Selaparang Mataram. Bis yang Kami naiki cukup nyaman, dengan air suspension ditambah pengemudi bis ini yang terlihat cukup lihai dan nyaman dalam mengemudikan membuat perjalanan kali ini akan menjadi lebih nikmat jika untuk dibuat istirahat. Namun belum sempat memejamkan mata, bis Kami telah sampai di pelabuhan Lembar dan langsung masuk kapal.

Begitu bis sudah terparkir rapi di kapal, Kami turun dari bis dan mencari lokasi yang tepat untuk menghabiskan perjalanan kapal kali ini yang akan menempuh waktu agak lama. Pukul 09:11 WIB kapal berangkat dari pelabuhan Lembar, di kapal Kami kembali menikmati panorama keindahan Lembar hingga Padang Bai, namun perjalanan Kami kali ini berbeda dengan awal Kami berangkat, laut dan angin terasa sangat besar dan kencang hingga kapal terasa bergoyang, banyak juga penumpang yang muntah boleh jadi karena mabuk laut. Selama lebih dari 4 jam, akhirnya Kami tiba di pelabuhan Padang Bai pukul  16:30 WIB, bis kembali melaju dan sempat istirahat makan magrib di kawasan Denpasar.

Tak terasa nyenyak tertidur, ternyata bis sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk. Bis langsung masuk kapal dan sampai di pelabuhan Ketapang tepat pukul 00:00. Bis kembali melaju ke Surabaya dan bis masuk terminal Bungurasih hari selasa 7 Agustus pukul 06:12 WIB. Di Bungurasih sebenarnya Kami ingin naik Sugeng Rahayu Semarangan, namun karena ada kemacetan sebab kecelakaan membuat bis ini terlambat masuk terminal dan batal berangkat, akhirnya pukul 07:25 WIB Kami naik W 7571 UY menggunakan KL atau Kartu Langganan dengan ongkos Rp 6000,- hingga turun Peterongan pukul 08:50 WIB dan sampai rumah kembali dengan selamat.

Finish

Demikianlah sedikit catatan perjalanan yang telah penulis lakukan, begitu indah pesona Nusantara ini yang belum banyak dikenal oleh khalayak membuat penulis tergugah untuk mengangkatnya dalam sedikit coretan. Meski dalam catatan perjalanan kali ini disana-sini masih banyak kekurangan ataupun kesalahan yang tidak disengaja, semoga tulisan ini ada manfaatnya bagi anda maupun penulis pribadi.

Categories: Jalan - Jalan | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 18 Comments

Post navigation

18 thoughts on “RAHASIA KECIL KEINDAHAN “PULAU 1000 MASJID”

  1. laik dis,, keren.. nanti datang ke lombok lagi yaa ^_^
    maaf cuma bisa traktir kurma🙂

  2. Ririn Dewi

    like this tes..
    keren-keren… salut aq ma mas2 ne..
    kapn2 kalo kst lg ajak2 dunk haha…
    di tunggu crita slanjtx..

    “an exciting trip…”

  3. opoo kok disebut pulau 1000 masjid ?

  4. wiiih,, keren tir.. kapan2 trip to madura island dong… juga ga kalah keren kayak di lombok… mantab!

    • hahahaha…. siaaapppp…. aslinya dah sering ke madura, tp belum ketulis…. ntar lagi daahhhhh…..

  5. gup

    Ok.. ditunggu cerita selanjutnya, tapi ngejak bojone cak sing teko gresiik.. hehe

    • hahahahaha…. akeh men…emang ene sing tekan liyane maneh toh… kok sing tekan gresik barang…. hahahaha…..

  6. gusman

    asyik ya…saya juga baru dr lombok 23-25 Agts acara pengantin di tanjng.Tp blm sempat keliling.Penasaran mau liburan kesana lagi .Bagus nih infonya cak buat referensi

    • mantab…… Indonesia memang surga…… segera obati rasa penasaran anda…hehehehe

  7. gusman

    nanti klo ke lombok lagi mampir di sbr air terjun Narmda,biar awet muda hehehe jgn lupa ibu2 ketempat pengrajin mutiara dan tenun lombok

    • siaaappp….. tapi nabung dulu neh, ntar dikelilingi semuanya daahhh…. kalo mampu sih..heheheee

  8. Ovi mitra

    Kenapa gak ada perjalanan ke mesjid2 ya… ?Itukah pulau 1000 mesjid..

  9. keren banget jalan jalannya ya… jadi pengen juga nih keliling wisata indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: