sedikit saja mengenai pendidikan kita


Begitu banyak yang telah dilakukan oleh para punggawa negeri ini untuk mengubah nasib penduduknya menjadi lebioh baik dan leboih baik lagi. Sejak zaman perjuangan, era kemerdekaan hingga saat ini kita hidup. Itu adalah suatu hal yang memang wajib dilakukan oleh setiap individu di negeri ini agarbisa membawa bangsa ini mencapai harapan besar tiap penduduknya. Namun tidak semudah membalik tangan, berbagai upaya tersebut selalu mendapat permasalahan-permasalahan pelik di tiap sisinya, sehingga menjadi banyak pula tugas-tugas yang harus segera diselesaikan oleh negeri ini tak terkecuali kita sebagai masyarakat yang hidup di dalamnya.

Pendidikan adalah salah satu dari sekian banyak PR besar yang harus segara dibenahi di negeri ini, karena selain sektor sektor penting seperti ekonomi dan politik, pendidikan juga termasuk sektor penting yang menjadi tulang punggung bangsa ini agar dapat mencetak generasi yang unggul hingga dapat diandalkan untuk membawa negeri ini kepada nasib yang lebih baik, karena ditangan generasi peneruslah bangsa ini akan dipegang dan dibawa.

Namun pada perjalanannya, proses pendidikan ini pun juga mengalami banyak ganjalan yang melintang, seperti halnya dikotomi antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Sering kita dapati di beberapa tempat, jika lembaga-lembaga pendidikan yang berbasis agama terlihat lebih tertinggal dibanding pembaga pendidikan umum, hal-hal yang terbangun di masyarakat pun menjadi sangat ironi, anggapan mereka bahwa jika tidak diterima di umum maka mereka bakal beralih ke agama. Ini membuat seakan-akan pendidikan agama itu sebagai penampungan mereka yang tidak bisa masuk di pendidikan umum.

Hal yang lain adalah benturan antara pragmatis dan esensi dalam pendidikan. Dimana pendidikan yang tidak lagi melihat pada kualitas dari hasil pendidikan tersebut, yang ada hanyalah pendidikan ditentukan oleh selembar kertas, tidak melihat lagi bagaimana kualitas sebenarnya pada kenyataan, namun memang pada realitanya, legalitas itu pertama baru kredibilitas, maka kredibilitas tinggi sering kali tidak diakui bahkan tidak dipakai tanpa adanya legalitas yang mumpuni pula. Namun yang patut dipantau dari segi ini adalah banyaknya orang telah menempuh di perguruan tinggipun ternyata tidak menjamin, hal ini dilihat dari banyaknya para pemilik gelar sarjana tapi tidak terpakai lagi setelah di wisuda. Pendidikan yang memang di set khusus untuk bisa langsung memasuki dunia kerja pun juga tidak sepenuhnya menjamin, akan tetapi sisi baiknya disini adalah menyiapkan tenaga yang handal di bidangnya, sehingga diharapkan nantinya selepas dari jenjang pendidikan tersebut dapat langsung memasuki dunia kerja, akan tetapi patut pula diperhatikan etika dan moral saat terjun nantinya, maka seringkali kita dapati beberapa kasus amoral bahkan melanggar etika negeri ini bahkan etika agama, hal ini bisa disebabkan juga oleh bagaimana proses dalam pendidikan tersebut, pendidikan yang hanya bersifat pragmatis tanpa melihat dari esensi pendidikan itu sendiri ternya juga dapat mempengaruhi hasil dari pola pendidikan tersebut.

maka pragmatis dan esensi dalam pendidikanpun juga menjadi satu kesatuan yang penting pula dalam membentuk karakter pendidikan di bangsa ini, tidak melulu hanya handal di otak tapi juga lihai dalam norma-norma yang berlaku agar seimbang antara keduanya dan kelak dapat melahirkan generasi penerus bangsa ini yang lebih baik nantinya.

 

Jombang, 05/06/11.

Categories: Wawasan | Tags: | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: