Musibah, antara cobaan dan berkah


 

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Baqoroh 156-157:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[101].

 

[101] Artinya: Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali. kalimat ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.

أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

157. Mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

 

 

Begitulah sejenak saya berfikir untuk kata-kata yang tepat bagi hari ini, karena kita harus meyakini bahwa musibah yang diberikan oleh Allah ta’ala adalah sebagai cobaan bagi kita, bagaimana kita mengahadapi semua itu dan sebagai tolak ukur kadar keimanan kita terhadap apa yang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa, saat kita bisa melewati itu maka bertambahlah pengalaman dan kedewasaan kita, dan saat kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga dibalik kejadian tersebut maka sungguhlah beruntung kita atas semua itu. Karena pada dasarnya hidup adalah untuk belajar hingga akhir hayat, tak terkecuali mempelajari bagaimana seluk beluk kehidupan beserta ranting dan cabangnya, bagaimana cara berhubungan dengan Alloh (حبل من الله) dan bagaimana cara berhubungan dengan sesame (حبل من الناس). Dan pada akhirnya semua itu akan kembali pada tujuan yang paling mendasar dalam hidup ini. Pada saat kita bisa mengambil dan memahami semua itu, maka semuanya akan terasa mudah dilewati dan akan menjadi manis saat semua sudah berlalu, akan tetapi jika yang terjadi sebaliknya maka semua seakan mendung hitam yang membutakan akan hal hal indah dibalik awan tersebut.

Pagi itu saat tengah bersantai setelah lelah untuk menjalani aktifitas tiba tiba datang kabar yang cukup mengagetkan, salah satu teman ternyata baru saja ditimpa musibah, tanpa panjang lebar kamipun segera bergegas menuju lokasi kejadian, sejenak kamipun terheran karena di lokasi sudah bersih kana tetapi kami pun mencari dan akhirnya kamipun mendapat arahan dari petugas setempat, dan kamipun berhasil menemukan teman kami, setelah beristirahat sejenak menenangkan segalanya mulailah kami berbicara tentang bagaimana kelanjutan dari kejadian tersebut, setelah melalui pembicaraan yang lumayan a lot antara kedua belah pihak korban, akhirnya kesepakatan damipun tercapai, kamipun bergegas meninggalkan lokasi kartena terlalu ramai dan untuk mencari tempat yang tenang untuk rehat disamping untuk menghindari keributan lainnya yang mungkin akan terjadi lagi. setelah agak tenang kamipun segera muali berbenah untuk pergi ke tempat berobat dan mengantar pulang teman kami.

Sedikit dan waktu yang pendek dari semua itu ternyata membawa hikmah tersendiri buat kami, lama tak pernah berkumpul bersama akhirnya pada kesempatan itu akhirnya semua bisa bersua meskipun itu ternyata di tengah kepedihan teman yang tengah tertimpa cobaan. Buat teman kami tetep semangat n semoga lekas sembuh. Dan yang jelas semua ini bukanlah suatu kebetulan, tapi adalah sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang, mutiara hikmah itupun akan datang dengan sendirinya.

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ – وَوَضَعْنا عَنْكَ وِزْرَكَ – الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ – وَرَفَعْنا لَكَ ذِكْرَكَ – فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا – فَإِذا فَرَغْتَ فَانْصَبْ – وَإِلى رَبِّكَ فَارْغَبْ

1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,

2. Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,

3. Yang memberatkan punggungmu[1584]?

4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu[1585],

5. Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain[1586],

8. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

 

[1584] Yang dimaksud dengan beban di sini ialah kesusahan-kesusahan yang diderita Nabi Muhammad s.a.w. dalam menyampaikan risalah.

[1585] Meninggikan nama Nabi Muhammad s.a.w di sini Maksudnya ialah meninggikan derajat dan mengikutkan namanya dengan nama Allah dalam kalimat syahadat, menjadikan taat kepada Nabi Termasuk taat kepada Allah dan lain-lain.

[1586] Maksudnya: sebagian ahli tafsir menafsirkan apabila kamu (Muhammad) telah selesai berdakwah Maka beribadatlah kepada Allah; apabila kamu telah selesai mengerjakan urusan dunia Maka kerjakanlah urusan akhirat, dan ada lagi yang mengatakan: apabila telah selesai mengerjakan shalat berdoalah.

 

 

* Malang, 20-07-201o. Semoga yang bersangkutan lekas diberi kesembuhan….. salam damai dan keselamatan bagi kita semua…..

Categories: Wawasan | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: